Connect with us

Hukum

Kronologi Penemuan Potongan Tubuh SA Dalam Box Styrofoam

Published

on

[Foto: Tim dari Kepolisian sedang melakukan identifikasi terkait dugaan penemuan potongan tubuh di dalam box styrofoam, Brang Biji Kecamatan Sumbawa Kebupaten Sumbawa Besar, 04/01/19]
tabulanews.id – Warga Karang Kebayan RT 04 RW 12 Kelurahan Brang Biji Kecamatan Sumbawa Kebupaten Sumbawa Besar digegerkan oleh penemuan mayat Siti Amina (SA). Pasalnya, kematian SA dinilai tak wajar. Tubuh SA dimutilasi dan dimasukkan ke dalam box styrofoam (gabus) di rumahnya sendiri.

Berawal dari bau menyengat dari rumah SA, warga Karang Kebayan mendatangi rumah SA yang dididuga asal bau menyengat tersebut. Saat itu juga, beberapa warga Karang Kebayan pada, Jumat (1/3/2020) kemarin, sekitar pukul 14.00 Wita bersama Bhabinkamtibmas kelurahan Berang Biji, mengecek asal muasal bau tersebut.

“Menurut laporan masyarakat terkait bau menyengat itu, memang  dugaan awal adalah mayat manusia yang berasal dari rumah Muslim (48), yang sekaligus suami dari SA,” kata Kombes Pol. Artanto. S.I.K., M.Si, Sabtu (1/4/2020) sore.

Setelah mengecek rumah SA kata Artanto, bersama warga dan Bhabinkamtibmas langsung menghubungi Posubsektor Sumbawa Besar untuk melakukan pengecekan di lokasi. “Setelah polisi sampai di TKP (tempat kejadian perkara) memang tercium bau menyengat dari rumah milik bapak Muslim,” kata Artanto.

Ada pun Reskrim Polres Sumbawa Besar bersama anggota Bhabinkamtibmas Karang Kebayan langsung melakukan pengamanan di TKP guna mempertahankan status quo atas penemuan tubuh SA.

Dari keterangan warga kata Artanto, Muslim sendiri saat penemuan mayat SA yang merupakan istrinya sedang berada di Kecamatan Alas yang lumayan jauh dari Brang Biji. Pada pukul 11.00 Wita, Muslim pun pulang untuk mengecek kondisi rumahnya yang sudah dikerumuni warga.

“Pada saat Muslim tiba di rumahnya, memang kondisi gerbangnya terkunci dari luar pagar dan pintu rumah dalam keadaan terkunci dari dalam, sehingga ia mendobrak pintu tersebut didampingi oleh RT setempat dan beberapa warga,” jelas Artanto.

Lanjut Artanto, setelah berhasil didobrak. Sumber bau menyengat diduga berasal dari sebuah box styrofoam yang ditutupi dengan lakban. “Pada saat Muslim ingin membuka box styrofoam tersebut, Ketua RT setempat melarangnya dan menyuruhnya untuk menghubungi Polisi setempat,” katanya.

Pada pukul 13.10 Wita, bersama anggota SPKT beserta Tim Identifikasi dan gabungan piket fungsi tiba di TKP dan langsung melakukan olah TKP. Setelah dilakukan olah TKP ditemukan tubuh SA dari kepala sampai badan korban yang berada di dalam box styrofoam. Dari potongan paha sampai kaki dan tangan bagian kiri dan kanan berada di dalam kulkas rumah SA.

Pada saat itu juga, pihak kepolisian setempat  menghubungi tim medis RSUD Sumbawa Besar untuk melakukan identifikasi terhadap korban. Selanjutnya untuk kepentingan penyidikan, mayat SA dibawa ke RSUD Sumbawa guna dilakukan autopsi.

Continue Reading
Click to comment

Komentar

Hukum

Dugaan Pungli Dana Covid Kadus Dusun Gonjong Desa Montong Gamang

Published

on

By

[Foto: Aksi masyarakat saat menuntut transparansi dan covid di Desa Montong Gamang, Kecamatan Kopang Lombok Tengah]
tabulanews.id – Hari Rabu, Tanggal 17 Juni 2020 masyarakat di Dusun Gonjong Desa Montong Gamang beramai-ramai mendatangi kantor Kepala Desa Montong Gamang. Masyarakat menuntut Kadus Dusun Gonjong untuk melepaskan jabatannya sebagai Kadus Dusun Gonjong. Tuntutan tersebut diduga berlandaskan adanya pungli yang dilakukan oleh Kadus Dusun Gonjong Desa Montong Gamang.

Zainal Arifin salah satu masyarakat yang ikut aksi dalam penuntutan tersebut mengatakan hak masyarakat diambil. Bantuan dana covid dari pemerintah tidak semuanya diterima oleh masyarakat, terdapat potongan yang diminta oleh Kadus dengan motif sedekah seikhlasnya, tetapi Zainal tetap menganggap hal tersebut adalah pungli.

“Ada banyak masyarakat yang mengeluh karena bantuan yang diterima selalui dimintai potongan oleh Kadus dengan beralasan sedekah seikhlasnya, solawat lah bahasanya itu, tapi tetap itu adalah pungli. Masyarakat harus sadar dan harus berani bersuara” ungkapnya.

Selain itu, Zainal juga menuntut supaya Kadus Dusun Gonjong untuk mengundurkan diri dari posisi sebagai seorang Kadus karena dianggap tidak layak menduduki posisi tersebut. “segera mundur lah dari posisinya sebagai seorang Kadus, berikan orang yang lebih berkompeten untuk duduk di posisi itu, selesai perkara dan tak ada lagi aksi” pungkasnya.

Pada aksi itu juga, Mukti Ali sebagai koordinator aksi menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh aparat desa, menurutnya tidak hanya pendistribusian dana covid saja yang bermasalah tetapi juga transparansi anggaran dana covid desa Montong Gamang yang dianggap bermasalah. “selain pendistribusian dana covid yang bermasalah, transparansi juga bermasalah. Kita kan tidak tau kisaran harga sabun berapa, kisaran harga masker berapa. Ya jadi selain pendistribusiannya yang bermasalah, transparansi anggaran juga bermasalah” ungkapnya.

Pada kesempatan itu juga, kepala Desa Montong Gamang H.M. Amin Abdullah membantah adanya ketidaktransparansian dana covid yang bersumber dari dana desa. Menurutnya dana covid yang bersumber dari dana desa sudah sesuai prosedur karena sudah melalui musyawarah dusun untuk mendapatkan warga yang layak mendapatkan bantuan covid, proses penyaluran sudah digodok dari tingkat bawah.

“Kalau dana covid yang kita berikan dari dana desa itu saya rasa sudah sesuai prosedur, lalu kemudian musdus (musyawarah dusun) di tingkat dusun untuk menentukan siapa yang layak mendapatkan, jadi saya rasa ini tidak bermasalah karena sudah digodok pada tingkat bawah” tutupnya.

 

Continue Reading

Hukum

Provokator Perusakan Gedung UIN Mataram Terdeteksi

Published

on

By

[Foto: tabulanews.id]
tabulanews.id – Polisi mendalami para pelaku perusakan gedung Kampus II Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram. Pelaku pelemparan kaca gedung disinyalir orang suruhan. Mereka sengaja dihasut.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kota Mataram AKP Joko Tamtomo pihaknya sudah mengidentifikasi pelakunya. “Sampai saat ini yang kita temukan pelaku pelemparannya ada dua orang,” kata Joko menjawab konfirmasi, Selasa (3/3/2020).

Pelaku pelemparan diduga digerakkan provokator. Pelaku pelemparan diidentifikasi dengan pelanggaran pasal 170 KUHP tentang kekerasan terhadap orang atau barang. Provokator dikenali dengan pasal 160 KUHP tentang penghasutan.

Baca Juga: Aksi Perusakan Kampus UIN Mataram Dilaporkan ke APH

“Nanti kalau sudah kita tangkap 170-nya pasti dia ngomong 160-nya. Kalau sudah tertangkap nanti akan bicara semua,” jelas Joko.

Sebelumnya diberitakan, gedung baru UIN Mataram Kampus II dirusak sejumlah orang tak dikenal pada Minggu Dini hari sekira pukul 00.20 Wita. Terdapat 10 titik rusak yang didominasi kaca yang kerugiannya sampai Rp1 miliar. Perusakan itu ditengarai imbas dari perusahaan outsourcing security PT Rajawali yang memutus kontrak petugas keamanan UIN Mataram.

Continue Reading

Hukum

Polisi Rem Kasus Bakal Calon Kepala Daerah

Published

on

By

[Foto: tabulanews.id]
tabulanews.id – Polda NTB menurunkan laju penyelidikan dugaan korupsi yang diduga melibatkan bakal calon kepala daerah. Diketahui, saat ini sedang diselidiki dua kasus yang diduga melibatkan anggaran rumah dinas Bupati dan Bupati Lombok Utara, dan anggaran KONI Kota Mataram tahun 2018.

Kasus itu masih tahap penyelidikan. Penyidik Subdit III Tipikor masih mencari indikasi perbuatan melawan hukumnya. Begitu juga dengan dugaan kerugian negara yang ditimbulkan.

Baca Juga: Pakai Mahar Politik, Parpol dan Calon Terancam Didiskualifikasi

Dirkrimsus Polda NTB Kombes Pol Gusti Putu Gede Ekawana menerangkan bahwa penanganan hanya direm saja. Belum dihentikan. “Kita ndak bisa masuk,” ungkapnya, Jumat (28/2/2020).

Menurutnya, Polri tidak ingin dialati lewat laporan-laporan tersebut. Apalagi penanganan kasus itu malah membuat suasana Pilkada 2020 nanti makin gaduh.

Namun Eka memastikan bahwa kasus itu akan dibuka lagi setelah Pilkada usai. Dua kasus yang ditangani itu kini tahapan penanganannya masih penyelidikan. Penyidik masih mencari minimal dua alat bukti yang cukup.

Untuk kasus sewa rumah dinas Bupati/Wakil Bupati Lombok Utara, Polda NTB menyelidiki penggunaan anggarannya yang sebesar Rp2,4 miliar. Biaya item sewa rumah dinas per tahunnya Rp90 juta.

Item lainnya berupa anggaran pemeliharaan rutin rumah jabatan untuk bupati sebesar Rp437,7 juta, Belanja jasa kantor Rp408 juta. Belanja makan minum tamu termasuk harian pegawai yang sampai Rp1,43 miliar. Untuk wabup belanja makanan dan minuman mencapai Rp938 juta untuk satu tahun anggaran.

Kemudian, kasus anggaran KONI se-NTB tahun 2018. Di Polda NTB yang diusut yakni anggaran KONI Kota Mataram tahun 2018 sebesar Rp8 miliar. Sumber anggaran dari hibah APBD Kota Mataram.

Continue Reading

Trending