Connect with us

Politik

PDIP-P Ancam Tak Lantik Calegnya yang Dapat Suara Lebih Tinggi dari Jokowi

Published

on

tabula.id – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) memberikan ancaman tegas, tidak akan melantik Calon Anggota Legislatif (Caleg) yang terpilih, jika perolehan suaranya melampaui perolehan suara pasangan Capres-Cawapres Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin (Jokowi-Ma’ruf) di Daerah Pemilihan (Dapil) masing-masing.

Peringatan keras itu disampaikan pada saat rapat kerja seluruh fraksi PDI-P di Jakarta akhir pekan kemarin. Tujuannya, para caleg partai moncong putih tersebut tidak bekerja hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga berkewajiban untuk memenangkan Jokowi-Ma’ruf didapil masing-masing.

“Itu sudah jadi keputusan rakor fraksi. Supaya mereka (para caleg) tidak boleh memikirkan dirinya sendiri saja. Hanya mensosialisasikan dirinya saja, tapi tidak turun mensosialisasikan presiden itu,yang tidak boleh,” ujar Sekretaris fraksi PDI-P di DPRD NTB, Made Slamet, yang dikonfirmasi Senin (26/11) kemarin.

Pada pemilu 2019 ini, untuk pertama kalinya pemilihan presiden dilaksanakan serentak dengan pemilihan anggota legislatif. Sehingga, para kadernya PDI-P, khususnya yang menjadi caleg, selain harus mengkampanyekan dirinya, juga dituntut untuk mengampanyekan pasangan capres/cawapres.

Ancaman partai banteng tersebut berlaku kepada caleg disemua tingkatan, dari caleg DPRD Kabupaten/Kota, Provinsi sampai caleg pusat. “Ya itu berlaku untuk semua kader, termasuk celeg pusat. Jangankan melampaui, seimbang saja itu sudah tidak bagus,” katanya.

Dengan ancaman partai tersebut, akan membuat para kader PDI-P di NTB, khususnya yang menjadi caleg, akan berjuang habis-habisan untuk memenangkan Jokowi-Ma’ruf, sebagai mana Caleg tersebut berjuang untuk memenangkan dirinya sendiri.

Ancaman tersebut juga tentu tak  terkecuali berlaku juga kepada sang Ketua DPD PDI-P NTB, H. Rachmat Hidayat, caleg petahana dengan nomor urut satu yang dikenal sangat dekat dengan sang Ketua Umum, Megawati Soekarnoputri.

“Semua berlaku untuk caleg DPR RI, kepada Puan Maharani pun juga berlaku (apalagi Rachmat Hidayat). Jadi PDI-P itu menekankan kepada kadernya agar tidak egois, tapi harus bergotong royong untuk menang,” tegasnya.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPD PDI-P NTB itu juga menambahkan bahwa para caleg tidak boleh mundur selangkah pun untuk mengkampanyekan Jokowi, bahkan di daerah yang menjadi basis capres/cawapres lain.

“Jadi dimanapun mereka (caleg) itu berada, sulit apapun daerahnya tempatnya, jangan malu-malu, karena daerahnya itu begitu (basis Prabowo) lalu dia sembunyikan dirinya, ndak boleh. Misalnya seperti di Padang, nah di NTB harus begitu juga,” katanya.

Target Menang 80 Persen

DPD PDIP NTB telah memasang target kemenangan  bagi Jokowi-Ma’rup di NTB, sebesar 80 persen. Target kemenangan telak  yang ingin dicapai itu disampaikan langsung oleh Ketua DPD PDIP NTB, H. Rachmat Hidayat, baru-baru ini dalam acara Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) di Mataram.

“Kami sudah menargetkan 80 persen suara kemenangan untuk Jokowi-Makruf Amin di NTB,” ujar Rachmat dengan nada optimis dalam keterangan persnya.

Target untuk meraup perolehan dukungan telak tersebut diucapkan Rachmat bukan tanpa alasan. Diungkapkan alasan buat kemenangan Jokowi-Ma’ruf di NTB dapat mencapai 80 persen, karena Jokowi telah berhasil membangun hubungan emosional yang kuat dengan masyarakat NTB.

Hal itu ditunjukkan dengan perhatian Jokowi terhadap masyarakat di NTB, yang telah datang berkunjung ke NTB sebanyak 11 kali.

“Alasannya, pertama, rakyat sekarang sudah melek politik, sudah pintar membedakan mana pemimpin yang suka mengumbar janji dan yang tidak. Pak Jokowi itu pemimpin yang tidak suka berjanji. Saat bencana gempa Lombok, Pak Jokowi hadir ditengah-tengah masyarakat sampai menginap di tenda bersama rakyat,” jelas anggota DPR RI ini.

Lanjut disampaikan oleh Pria bersuara serak yang sudah 20 tahun memimpin PDIP di NTB ini. Jokowi telah berhasil menggandeng simpul-simpul kekuatan politik di NTB yang terdiri dari tokoh masyarakat berpengaruh yang pmimpin ormas.

Salah satunya yakni mantan Gubernur NTB dua periode, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, alias TGB yang juga pemimpin ormas terbesar di NTB, Nahdlatul Wathan (NW). Dengan dukungan dari TGB tersebut, Rachmat meyakini akan makin memperkuat posisi kemenangan Jokowi di NTB.

Diketahui pada Pilpres tahun 2014 silam, Povinsi NTB ini mejadi daerah tempat Jokowi  mengalami kekalahan telak. Dimana  rivalnya ketika itu, Prabowo Subianto yang berpasangan dengan Hatta Rajasa dapat meraup dukungan dari masyarakat NTB sebesar 72,45 persen.

Continue Reading
Click to comment

Komentar

Politik

Sumbawa dan Bima Masuk Zona Merah Kerawanan Pilkada 2020

Published

on

By

[Foto: ntb.bawaslu.go.id]
tabulanews.id – Bawaslu RI mengeluarkan hasil pemetaan indeks kerawanan Pilkada serentak 2020 yang akan digelar di 270 daerah seluruh Indonesia. Di Provinsi NTB sendiri dari tujuh daerah Kabupaten/Kota yang akan melaksanakan Pilkada, dua daerah masuk dalam zona merah daerah kerawanan tinggi.

Ketua Bawaslu Provinsi NTB, Muhammad Khuwailid membenarkan dua daerah di NTB tersebut jadi zona merah kerawanan pilkada 2020. Dua daerah tersebut adalah Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Bima. “Kita ada dua Kabupaten yang masuk klaster kerawanan tinggi, Sumbawa dan Bima. Lima daerah lainnya kategorinya sedang,” ungkap Khuwailid.

Kerawanan di Pilkada Sumbawa masuk dalam dimensi sosial, dengan skor mencapai 61,11. Kemudian Bima masuk pada dimensi kerawanan politik dengan skor 62,26. “Kalau angkanya 60 keatas itu masuk kerawanan tinggi, sedangkan 60 kebawah itu sedang. Nah lima daerah itu berada pada angka 60 kebawah skornya,” jelas Khuwailid.

Dengan pemetaan indeks kerawanan dalam pelaksanaan pilkada itu. Bawaslu kemudian merancang strategi pengawasannya untuk dua daerah tersebut. Sehingga potensi-potensi timbulnya gesekan ditengah pelaksanaan pilkada bisa diminimalisir.

“Dengan adanya indeks kerawanan ini, ada yang masuk kategori sedang dan tinggi, maka dari sana kita buat pemetaan setrategi pengawasan yang tepat, harus diukur dari indeks kerawanan itu,” katanya.

Lebih lanjut disampaikan Khuwailid, karena pilkada serentak 2020 digelar ditengah pandemi Covid-19. Maka Bawaslu juga memasukkan indikator pandemi sebagai penilaian dalam penyusunan indeks kerawanan. “Pada dimensi Pandemi Covid-19 ini, kita masuk rawan sedang, skornya antara 34-53,” sebutnya.

Kondisi infrastruktur jaringan informasi dan komunikasi, yakni jaringan internet juga ikut dipotret Bawaslu. Dari 732 dewasa di tujuh daerah Kabupaten/Kota di NTB yang akan melaksanakan Pilkada serentak 2020 itu. Terdapat 202 desa yang memiliki masalah terkait dengan jaringan internet.

“Jadi ada 202 Desa yang mengalami gangguan jaringan internet, ya tidak bagus. Hal ini akan mempengaruhi bagaimana proses pilkada yang berakses, lebih-lebih ditengah pandemi ini, koordinasi banyak menggunakan jaringan internet,” ujarnya.

Continue Reading

Politik

Musda Golkar NTB Kembali Ditunda yang Ketiga Kalinya

Published

on

By

Pelaksanaan Musyawarah Daerah DPD I Partai Golkar diundur sampai tanggal 28 Maret ini yang semula pada penundaan kedua akan digelar pada tanggal 22 Maret. Sebelumnya diketahui penundaan pertama dilakukan pada tanggal 15 dari jadwal pertama tanggal 5 Maret.
tabulanews.id – Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD I Partai Golkar NTB kembali diundur lagi untuk yang ketiga kalinya. Pelaksanaan Musda diundur sampai tanggal 28 Maret ini yang semula pada penundaan kedua akan digelar pada tanggal 22 Maret. Sebelumnya diketahui penundaan pertama dilakukan pada tanggal 15 dari jadwal pertama tanggal 5 Maret.

Ketua Panitia Musda Golkar NTB, Baiq Isvie Rupaeda yang dikonfirmasi, kemarin membenarkan perihal penundaan kembali pelaksanaan Musda Golkar NTB dari tanggal 22 menjadi tanggal 28 Maret. “Ya benar ditunda jadi tanggal 28,” unjarnya singkat menjawab wartawan.

Dari informasi yang beredar bahwa selain Musda diundur lagi sampai tanggal 28, lokasi Musda yang semula akan digelar di Kota Mataram. Informasi yang diserap tabulanews.id, lokasi Musda akan dipindahkan ke Bali.

Isvie yang dikonfirmasi terkait hal itu mengaku tak mengetahui jika lokasi Musda akan dipindahkan ke Bali. Karana sampai sejauh ini ia mengaku belum mendapatkan konfirmasi terkait dengan lokasi Musda. Ia hanya baru mendapatkan pemberitahuan tentang waktu pelaksanaan Musda yang kembali diundur. “Nah kalau soal lokasi saya belum tahu,” katanya.

Baca Juga: Pimpin Golkar NTB, Ahyar Pastikan Tak Ada Perombakan Pimpinan DPRD

Ketika ditanya lebih lanjutnya terkait alasan dibalik penundaan Musda Golkar NTB tersebut sampai dilakukan sebanyak tiga kali. Apakah penundaan tersebut kaitannya dengan belum solidnya pemilik suara pemilih ketua DPD I Golkar NTB supaya dilakukan secara aklamasi, sesuai dengan arahan dari DPP Golkar. Namun oleh Isvie nggan untuk memberikan jawaban terkait hal itu, ia beralasan penundaan itu menjadi ranah kewenangan DPP.

Namun demikian, seperti yang diberitakan sebelumnya bahwa penundaan Musda Golkar NTB tersebut tidak lepas dari tingginya dinamika politik yang terjadi dalam internal partai beringin tersebut, terutama dalam hal kaitannya dengan pemilihan Ketua DPD I Golkar NTB. Diketahui ada dua kandidat yang tengah bersaing sengit yakni Bupati Lombok Tengah, H. Suhali FT dan Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh.

Diketahui DPP Golkar menginginkan bahwa proses Musda Golkar NTB dapat berlangsung secara aklamasi. Namun sampai saat ini belum ada tercapai kesepakatan diantara para pemilik suara siapa yang disepakati untuk diaklamasi sebagai Ketua DPD I Golkar NTB.

Karena itu, DPP Golkar pun memanggil Ketua DPD I Golkar NTB dan 10 Ketua DPD II, dan organisasi saya pendiiri dan yang didirikan. Selain itu para kandidat calon Ketua DPD juga ikut dipanggil ke DPP untuk memutuskan sekenario aklamasi dalam pemilihan Ketua DPD I Golkar NTB.

Akan tetapi dalam rapat yang dipimpin oleh Wakil Ketua Umum DPP Golkar, Azis Syamsuddin itu tidak mendapai kesepakatan untuk dilakukan aklamasi. Karena keinginan DPP berbeda dengan keinginan dari mayoritas DPD II. DPP menginginkan Ahyar Abduh untuk diaklamasikan sebagai Ketua Golkar, akan tetapi delapan DPD II masih menginginkan Suhaili kembali memimpin Golkar NTB.

“Artinya apa, Musda ini ditunda karena suara ini belum bulat untuk aklamasi ke Ahyar Abduh, jujur saja kita sampaikan, supaya berita ini jangan bias, ini DPP yang bicara,” ungkap Ketua Harian DPD I Golkar NTB, H. Misbach Mulyadi.

Continue Reading

Politik

Patuhi Larangan Pengumpulan Massa, Pasangan Joda Akbar Tunda Deklarasi

Published

on

By

[Foto: Pasangan Djohan Sjamsu - Danny Carter Febrianto Ridawan (Joda Akbar), kandidat pasangan Cabup/Cawabup di Pilkada KLU, salah satu yang memutuskan menunda deklarasi yang sedianya akan digelar akhir Maret ini]
tabulanews.id – Ancaman mewabah virus corona atau covid-19 juga ikut mempengaruhi tahapan Pilkada, baik yang dilakukan oleh penyelenggara pemilu maupun oleh partai politik dalam proses menentukan dukungan pasangan calon Kepala daerah dan wakil kepala daerah dipilkada serentak 2020.

Pasangan Djohan Sjamsu – Danny Carter Febrianto Ridawan (Joda Akbar), kandidat pasangan Cabup/Cawabup di Pilkada KLU, salah satu yang memutuskan menunda deklarasi yang sedianya akan digelar akhir Maret ini.

Ketua DPC Gerindra KLU, Sudirsah Sujanto mengungkapkan, menyikapi situasi dan kondisi yang tengah berkembang terkait ancaman penularan virus corona itu membuat paket Joda Akbar memilih menunda deklarasi sedia akan digelar akhir Maret. “Deklarasi paket Joda Akbar akhir Maret ini kita tunda,” katanya.

Dalam pertemuan bersama paket Joda Akbar dan parpol koalisi, diambil keputusan terkait penundaan deklarasi paket Joda Akbar di Pilkada KLU. Hal itu sesuai arahan dan himbauan dari pemerintah agar tidak ada aktivitas maupun kegiatan dilakukan masyarakat dengan melibatkan banyak peserta hingga akhir Maret.

Baca Juga: Penentuan Wakil, Najmul Dalam Tekanan Parpol

Ditegaskan, paket Joda Akbar sedia sudah siap menggelar deklarasi akhir Maret. Berbagai persiapan dan langkah untuk deklarasi sudah dilakukan. Tetapi apa yang terjadi dengan mewabah virus korona tersebut, tentu diluar apa perkiraan pihaknya. “Tentu ini diluar dugaan kami,” terang Anggota DPRD NTB dapil Lobar – KLU tersebut.

Namun demikian, Pihaknya belum memutuskan kapan deklarasi paket Joda Akbar akan dijadwalkan ulang. Pasalnya, Pihaknya tentu harus melihat dan mencermati kondisi dan situasi di daerah kedepan dengan ada ancaman mewabah virus corona tersebut. “Kapan deklarasi kita jadwalkan kembali. Tentu kami lihat situasi daerah ke depan,” terangnya.

Walau demikian. Dia memastikan pembentukan tim pemenangan dari parpol koalisi dan relawan paket Joda Akbar terus berjalan. Bahkan, Pihaknya berencana dalam pekan ini akan melantik dan mengukuhkan tim relawan pemenangan paket Joda Akbar di sejumlah kecamatan di KLU.

Tetapi tentunya, kata dia, kegiatan itu akan tetap mengacu dan mengikuti arahan dari Pemerintah terkait larangan mengumpulkan banyak orang dalam satu lokasi. Sehingga pihaknya tentu akan menyesuaikan hal itu dengan arahan dan petunjuk pemerintah daerah.

“Pengungkuhan tim relawan di sejumlah kecamatan kita lakukan skala kecil saja. Sesuai arahan dari pemerintah terkait ancaman virus corona ini,” imbuhnya.

Dia memastikan paket Joda Akbar sudah final didukung dan diusung koalisi empat partai yakni Gerindra, PKB, PKS dan PDIP. Direncanakan SK rekom dukungan misalnya dari DPP Gerindra akan diterbitkan serentak awal April. Begitu juga dengan parpol lain kemungkinan terbit April mendatang. “April ini SK rekom untuk paket Joda Akbar terbit,” pungkasnya.

Continue Reading

Trending