Pengertian Pasar Modal Syariah, Dasar Hukum Dan Prinsip-Prinsip Yang Berlaku

Pengertian pasar modal syariah yaitu kegiatan dalam pasar modal antara emiten (instansi) atau perusahaan dengan investor yang berpegang teguh pada nilai-nilai syariah.

Sejarah Singkat Pasar Modal Syariah

Tahun 1997, awal diterbitkannya reksadana syariah. Setelah itu, Jakarta Islamic Index sebagai indeks saham syariah pertama, terdiri dari 30 saham syariah paling likuid tahun 2000. Adanya indeks tersebut secara tidak langsung menyediakan saham bagi investor untuk melakukan investasi di pasar modal sesuai dengan prinsip syariah. 

Tahun 2001 DSN – MUI mengeluarkan fatwa No.20, pedoman pelaksanaan investasi untuk reksadana syariah. Di tahun 2003, DSN – MUI mengeluarkan fatwa No.40, pasar modal & pedoman umum penerapan prinsip syariah di bidang pasar modal. Setelahnya, di tahun 2004, pasar modal syariah berhasil masuk dalam struktur Bapepam dan LK, dilaksanakan oleh unit setingkat eselon IV yang mempunyai tugas dan fungsi mengemban pasar modal syariah. 

History perkembangan pasar modal syariah di Indonesia berhasil mengukir cerita baru pada 7 Mei 2008, disahkannya UU No.19 Tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara. Undang-undang tersebut digunakan sebagai landasan hukum untuk penerbitan sukuk negara. Pemerintah Indonesia pertama kali menerbitkan SBSN seri IFR0001 dan IFR0002 pada tanggal 26 Agustus 2008.

Dasar Hukum Pasar Modal Syariah

Kegiatan pasar modal di Indonesia menerapkan prinsip-prinsip syariah yang mengacu pada UU No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal, peraturan pelaksanaan (Peraturan Bapepam-LK, Peraturan Pemerintah, Peraturan Bursa dan lain-lain). 

Pengertian pasar modal syariah, cara kerja pasar modal syariah bergantung pada prinsip-prinsip hukum islam berdasarkan fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) yang telah dan belum ditetapkan, tertera didalam peraturan Bapepam & LK/ Bab II pasal 2 Fatwa Dewan Syariah Nasional No.40/ DSN – MUI/X/2003, Pasar Modal & Pedoman Umum Penerapan Prinsip Syariah Bidang Pasar Modal.

Prinsip Modal Syariah:

1. Investasi halal dan sesuai syariah 

Melalui investasi halal diharapkan dapat mengurangi hingga menghilangkan kecemasan masyarakat terhadap investasi yang mengandung riba. 

2. Mekanismenya jelas 

Dalam rangka menjaga dan menghindari prasangka buruk selama transaksi, pasar modal syariah menggunakan mekanisme sesuai syariat islam. 

3. Menggunakan uang sebagai alat pertukaran nilai 

Saat investor melakukan investasi akan mendapatkan imbal hasil dengan porsi tertentu dengan syarat harus menggunakan mata uang yang sama.

4. Risiko kerugian rendah 

Kegiatan dalam pasar modal memungkinkan emiten dan investor untuk bekerjasama tanpa risiko tinggi, atau tidak ada pihak yang dirugikan selama investasi.

5. Transaksi menggunakan akad

Semua transaksi menggunakan sistem akad sesuai syariat islam, sehingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan. 

Sekian mengenai pengertian pasar modal syariah yang mana seluruh kegiatannya sesuai  prinsip atau nilai syariah.

1 thought on “Pengertian Pasar Modal Syariah, Dasar Hukum Dan Prinsip-Prinsip Yang Berlaku”

Leave a Comment

You cannot copy content of this page

%d bloggers like this: