Connect with us

Olahraga

Real Madrid Mencari Pengganti Lopetegui

Published

on

Julen Lopetegui saat masih melatih Real Madrid. Juan Manuel Serrano Arce/Getty Images
tabulanews.id – Tidak ingin tertinggal makin jauh dalam perburuan gelar, Real Madrid resmi memecat Julen Lopetegui dari kursi kepelatihan. Pemecatan ini dilakukan selang sehari setelah Madrid dibantai Barcelona dengan skor telak 5-1 dalam laga bertajuk El Classico (28/10/18).

“Keputusan pemecatan diambil sebagai bentuk tanggung jawab, sebagai upaya untuk segera membawa perubahan untuk tim utama saat ini ketika semua target musim ini masih bisa dicapai. Para pimpinan klub mempertimbangkan adanya perbedaan besar antara kualitas skuat Real Madrid, di mana ada 8 pemain yang masuk nominasi Ballon d` Or berikutnya —belum pernah terjadi dalam sejarah Real Madrid—, dengan hasil yang ada saat ini,” tulis pernyataan resmi Madrid.

Untuk sementara, kursi kepelatihan yang kosong akan diisi oleh Santiago Solari, mantan pemain Real Madrid yang sebelumnya melatih Madrid B. Solari akan menjadi pelatih ad interim sampai Madrid menemukan pengganti Lopetegui yang diharapkan mampu mengangkat keterpurukan moral tim.

Selama melatih Madrid, Lopetegui telah menjalani 14 laga bersama Los Rojiblancos di semua ajang resmi. Dari semua laga yang dijalaninya, Lopetegui membawa Madrid meraih 6 kemenangan, 2 hasil imbang, dan menderita 6 kekalahan.

Termasuk kekalahan memalukan atas seteru abadinya Barcelona pada El Classico pertama sekaligus terakhir Lopetegui sebagai pelatih Real Madrid. Sebelumnya, Lopetegui juga menjalani debut kurang menjanjikan sebagai pelatih Real Madrid di ajang perebutan gelar Piala Super Eropa melawan Atletico Madrid.

Pada derby Madrid itu, pertandingan berkesudahan 4-2 untuk kemenangan Atletico.
Permainan Madrid di bawah komando Lopetegui juga tidak terlalu mengesankan.

Madrid hanya mampu mencetak 20 gol dan kebobolan 21 gol dari 14 laga. Ini adalah start terburuk Real Madrid dalam 17 tahun terakhir. Saat ini, Madrid tertahan di peringkat 9 klasemen Liga Spanyol dengan poin 14. Madrid tertinggal 7 poin dari pemimpin klasemen sementara Barcelona dengan 21 poin.

Bursa Pelatih Madrid Ramai

Usai kursi pelatih kosong, sejumlah nama disebut-sebut akan mengisi pos yang ditinggalkan Lopetegui. Nama-nama yang beredar mulai dari Antonio Conte, Arsene Wenger, Guti Hernandez, sampai dengan Zinedine Zidane yang sebelumnya sukses membawa Madrid mengukir sejarah menjuarai Liga Champions Eropa tiga kali berturut-turut.

Nama Zidane jelas sangat diharapkan oleh para Madridistas untuk duduk kembali di kursi kepelatihan. Zidane telah terbukti mampu menyelamatkan tim dari keterpurukan seperti yang dia lakukan pada pertengahan musim 2015-2016.

Saat itu, Madrid sempat terseok-seok di awal musim sampai pertengahan di bawah asuhan Rafael Benitez. Zidane pun didapuk menggantikan Benitez yang terbukti tepat dan meraih kejayaan sebagai pelatih Real Madrid selama tiga musim berturut-turut.

Akankah zidane kembali turun gunung menyelamatkan Madrid dari kehancuran? Atau justru Solari akan mengulang sejarah kisah manis Zidane sebagai pelatih interim? Patut kita tunggu dalam beberapa pekan ke depan.

Continue Reading
Click to comment

Komentar

Olahraga

Apa yang Membuat Liverpool Begitu Kuat Musim Ini?

Published

on

By

[Foto: ig @liverpoolfc
tabulanews.id – Setelah menjuarai Liga Champions Eropa musim lalu, kekuatan Liverpool di Liga Inggris musim ini terus berlanjut. Hingga pekan ke 16 musim ini, Liverpool belum sekalipun menelan kekalahan. Dalam sebuah kesempatan wawancara dengan awak media, Pep Guardiola, pelatih Manchester City, yang menjuarai Liga Inggris musim lalu bahkan pernah berkata “Mungkin Klopp (pelatih Liverpool) bisa menukar tropi. Liverpool menjuarai Liga Inggris, City menjuarai Liga Champion” celetuknya. Apa yang sebenarnya membuat Liverpool sangat sulit dikalahkan?.

Liverpool pernah melakukan pertandingan tanpa kiper andalan mereka, Alisson Beker, pernah juga bermain tanpa Mohammad Salah, dan pernah juga tanpa Firmino. Semua pertandingan itu berhasil mereka lewati tanpa kekalahan.

Kekuatan Liverpool dapat dibilang paling lengkap dari semua tim yang berkompetisi di Liga nomor wahid di dunia itu. Dari sisi pertahanan, keberadaan Van Djik membuat pertahanan Liverpool sangat kokoh. Bukan hanya pribadinya, kelihaian pemain belakang asal Belanda tersebut juga berpengaruh sangat signifikan terhadap rekannya di jantung pertahanan Liverpool yaitu Lovren dan Matip. Dua pemain yang disebut belakangan tanpa Van Djik pada musim-musim sebelumnya tidak terlalu kokoh. Kehadiran Van Djik tidak bisa dipungkiri telah menambah secara signifikan pertahanan Liverpool sebagai tim. Musim ini Dia berhasil cetak tiga gol dalam setengah musim. Angka ini sangat signifikan dibanding musim lalu, dia mencetak empat gol selama satu musim. Pertahanan Liverpool juga tidak lepas dari peran Alisson yang tetap tampil bagus musim ini.

Baca Juga: Bertandang ke Leicester, Arsenal Menelan Kekalahan

Dari sisi tengah, Liverpool tidak pernah kehabisan stok pemain. Jika pemain utama mereka seperti Fabinho, Wijnaldum, dan sang kapten Anderson cidera, mereka masih memiliki Keita, Shaqiri, Lalana, bahkan Chamberlain.

Di sisi depan, permainan trio mereka Mane, Salah, dan Firmino hingga saat ini masih menjadi trio yang sangat ditakuti di Liga Inggris maupun Liga Champions. Kelebihan Liverpool musim ini juga ditambah dengan semakin baiknya permainan Origi. Meskipun salah satu dari trio mereka cidera, Origi sejauh ini tak pernah mengecewakan fans Liverpool ketika diberikan kepercayaan. Meskipun musim ini Salah tidak menunjukkan performa yang luar biasa seperti musim sebelumnya, kekurangan itu masih bisa disiasati karena meningkatnya performa Sadio Mane. Pemain ini selalu tampak berbahaya ketika menyambangi pertahanan lawan.

Kunci Kekuatan yang Jarang Diperhatikan

Dibalik performa Liverpool musim ini, banyak orang mungkin hanya menyanjung trio mereka, atau mungkin pertahanan mereka karena Van Djik yang tampil konsisten. Akan tetapi, kunci kekuatan Liverpool yang jarang diperhatikan adalah kekuatan bek sayap mereka. Tidak ada satupun tim di Liga Inggris yang memiliki kekuatan bek sayap seperti Liverpool. Manchester City, yang dikenal dengan permainan yang mendominasi bola dan menyerang, bahkan tidak memiliki dua bek sayap yang mumpuni seperti Liverpool. Ya, Level Walker dan Mendi masih di bawah Alexander Arnold dan Robertson.

Jika anda perhatikan ketika Liverpool bermain, anda akan sangat sering melihat umpan-umpan langsung maupun diagonal dari dua bek sayap Liverpool. Dengan level permainan semacam itu, hanya bek sayap Liverpool yang memiliki akurasi paling tinggi ketika mengubah sirkulasi bola dari sisi kanan pertahanan lawan menuju sisi kiri, begitupun sebaliknya.

Selain dua bek sayap Liverpool juga melakukan transisi penyerangan dengan umpan bola atas yang akurat. Hal ini menyulitkan semua DMF maupun CMF sehebat apapun untuk mendominasi pertandingan, karena bola tidak didistribusi dengan bola bawah melainkan umpan lambung akurat.

Dengan level permainan seperti itu, maka wajar saja saat ini Alexander Arnold telah memberikan umpan matang hingga enam kali sedangkan partnernya di sisi kiri, Robertson telah memberikan umpan matang sebanyak lima kali. Nama pengumpan tertinggi Liverpool yang muncul dan bersaing dengan statistik umpan matang para gelandang melainkan dua bek sayap mereka. Ini menjadi bukti bahwa duo bek sayap itu merupakan kunci penting bagi Liverpool musim ini.

Bagaimana Mengalahkan Mereka?

Rafael Benitez, mantan pelatih Liverpool yang pernah mengantar mereka menjuarai Liga Champions 2005/2006 lalu sempat menjelaskan bagaimana cara mengalahkan Liverpool saat ini. Benitez memang mengakui bahwa sangat sulit mengalahkan tim ini, tetapi hal itu bukan tidak mungkin.

Saat ditanya Carragher, mantan pemain Liverpool di sebuah siaran televisi di Inggris, Benitez menjelaskan ada beberapa cara yang setidaknya bisa digunakan mengalahkan Liverpool.
Pertama, alirkan bola secepat mungkin. Ketika kehilangan bola, pemain Liverpool biasanya langsung menyumbat aliran bola yang akan diumpan pihak lawan kepada koleganya. Untuk menyumbat aliran bola itu, para pemain biasanya mengepung pemain lawan yang memegang bola dengan dua hingga tiga pemain. Hal ini juga membuat resiko serangan balik dari lawan dapat segera di recovery. Untuk mengalahkan mereka, diperlukan kecepatan mengumpan bagi lawannya sehingga sebelum mereka memutus aliran bola, bola lebih dahulu diumpan. Akan tetapi, kecepatan mengumpan tentu saja akan percuma tanpa akurasi umpan.

Kedua, pemain lawan bisa memanfaatkan ruang yang kosong ketika dua bek sayap Liverpool membantu serangan. Sebisa mungkin, umpan yang dituju ketika berhasil merebut bola dari pemain Liverpool haruslah diantara dua sisi yang diisi oleh dua bek sayap mereka.

Ketiga, menempatkan pemain tercepat di dua sisi pertahanan Liverpool. Jika tim lawan memiliki kecepatan untuk melakukan penetrasi ke pertahanan Liverpool, maka besar kemungkinan gol bisa dicetak. Tetapi sekali lagi, hal ini tidak mudah dilakukan karena biasanya, ketika bek sayap mereka sedang membantu serangan, Fabinho akan segera merebut atau menyapu serangan lawan.

Akankan ada tim Liga Inggris yang mencoba mengikuti saran dari Benitez?. Kita tunggu saja.

Continue Reading

Olahraga

Sepuluh Sniper dalam Sepak Bola

Published

on

By

[Foto: en.as.com]

tabulanews.id – Dalam pertandingan FC Barcelona vs Celta Vigo (10/11/2019) Lionel Messi mencetak hattrick dengan dua gol di antaranya dicetak melalui free kick.

Apakah tambahan dua goal tersebut lantas menjadikan Messi sebagai pemain dengan jumlah gol tendangan bebas terbanyak sepanjang karirnya? Lalu, bagaimana dengan Cristiano Ronaldo?

Secara keseluruhan, jumlah gol Cristiano Ronaldo masih unggul dari Lionel Messi. Ronaldo yang saat ini bermain untuk Juventus sampai saat ini sudah menjaringkan 54 gol dari tendangan bebas. Messi menguntit di belakangnya dengan 52 gol.

Lantas siapa pemain sepak bola dengan jumlah gol tendangan bebas terbanyak sepanjang karir profesionalnya? Ternyata jika diambil sepuluh besar, baik Messi maupun Ronaldo tidak masuk.

Berikut tabulanews.id merangkum sepuluh pemain dengan jumlah gol tendangan bebas paling banyak.
1. Juninho 77 gol
2. Pele 70 gol
3. Legrotaglie 66
4. Ronaldinho 66
5. Beckham 65
6. Maradona 62
7. Zico 62
8. Koeman 60
9. Rogerio Ceni 59
10. Carioca 59
Dari sepuluh pemain dengan tembakan bebas mematikan di atas, Rogerio Ceni adalah satu-satunya yang berposisi sebagai penjaga gawang.

Continue Reading

Olahraga

Bertandang ke Leicester, Arsenal Menelan Kekalahan

Published

on

By

[Foto: arsenal.com]
tabulanews.id – Setelah pertandingan di minggu sebelumnya hanya meraih imbang melawan Wolves di kandang sendiri, Arsenal menelan kekalahan 2-0 minggu ini, 10/11/2019 kala bertandang ke markas Leicester. Hal ini membuat Meriam London kini terperosok keluar dari empat besar pemuncak klasmen.

Babak pertama pertandingan yang berlangsung di The King Power Stadium berlangsung cukup seru. Kedua tim sama-sama berusaha medapatkan peluang tetapi gagal membuahkan hasil. Arsenal yang menggunakan formasi tiga pemain belakang terlihat mencoba menunggu momentum untuk melakukan serangan balik cepat akan tetapi selalu gagal dilakukan. Sementara itu, Leicester dengan pola serangan yang lebih rapi beberapa kali mendapatkan peluang. Kedua tim gagal memanfaatkan peluang pada babak pertama hingga skor bertahan 0-0 sampai turun minum.

Saat babak kedua baru dimulai, Arsenal terlihat mengontrol pertandingan. Akan tetapi, gol yang dicetak Jamie Vardy pada menit ke 68 langsung mengubah peta pertandingan. Setelah gol tersebut, para pemain Arsenal terlihat kehilangan momentum untuk membalas. Meskipun berusaha sekuatnya, Arsenal gagal menyarangkan bola ke gawang Leicester. Pada saat Arsenal berusaha membuat peluang, Leicester justru menambah gol pada menit ke 75 melalui gelandang andalan mereka Maddison.

Gol kedua tersebut membuat pertandingan seolah telah selesai. Tidak ada upaya para pemain Arsenal yang terlihat membuahkan hasil. Dua gol tersebut cukup membuat Leicester menang di kandang dan membawanya naik ke posisi dua klasmen sementara Liga Inggris.

Melalui konferensi pers, Unai Emery, pelatih Arsenal mengatakan bahwa mereka menyadari kelamahan pertahanan para pemain. “Kami butuh untuk meningkatkan kekuatan pertahanan. Saya pikir kami punya keseimbangan yang bagus pada babak pertama,” ungkapnya.

Ia menambahkan, gol pertama yang dicetak Leicester mengubah pertandingan. “Ketika mereka mencetak gol pertama, mungkin itu adalah momentum yang membuat kami kehilangan keseimbangan,” tambahnya.

Kekalahan terhadap Leicester ini menambah tren buruk yang sedang dialami Arsenal. Kini klub yang berjuluk The Gunners itu terlempar dari zona Liga Champion setelah penampilan tidak konsisten mereka di bawah asuhan Unai Emery.

Continue Reading

Trending